Tuesday, February 13, 2018

5 Cara Mengatur Keuangan Keluarga


Alaibu.com - Mengatur Keuangan Keluarga - Mengatur keuangan rumah tangga memang sedikit susah, karena komunikasi tentang masuk dan keluarnya uang harus dilakukan secara jujur apa adanya dan transparan. Akan tetapi menjadi mudah apabila saling percaya sudah terbangun, serta terjaga satu sama lain. Disini kita akan mengulas tentang bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga, berikut ini kami sajikan beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga yang bisa dijalankan oleh semua orang:

Cara untuk mengatur keuangan keluarga

1. Atur Pendapatan Satu Bulan.
Cara pertama merupakan mengatur pendapatan yang akan diperoleh dalam satu bulan ini, dengan melakukan ini sebelum tanggal gajian. Tentunya keluarga sudah mengetahui, seperti suami ataupun istri berapa pendapatan tetap mereka dari hasil pekerjaannya. Mengatur pendapatan satu bulan ini maksudnya untuk menghitung berapa pendapatan yang datang dari, contohny seperti rumah yang dikontrakkan, diatur dari hasil investasi, uang lembur di kantor, uang dari pekerjaan sambilan, laba dari bisnis kecil, dan mungkin hasil dari yang lainnya.

2. Simpan uang untuk tabungan dan investasi
Total dari pendapatan silahkan di hitung dan sisihkan, sebesar 25 sampai 30% untuk tabungan dan juga investasi. Dengan membagi perbandingan tersebut tabungan dan juga investasi tersebut, biasanya tabungan untuk pengeluaran besar yang akan terjadi dalam jangka pendek. Seperti uang untuk keperluan anak-anak yang baru akan masuk sekolah, ataupun pelunasan DP rumah tempat tinggal. Sedangkan uang yang akan diinvestasikan merupakan uang yang tidak akan dipergunakan dalam satu tahun ke depan. Dari jumlah sisa uang tersebut, baru bisa di ambil untuk investasi seperti emas, reksadana, saham, dan lain sebagainya.

3. Atur Pola Pengeluaran Untuk Satu Bulan Kedepan.
Cara ketiga untuk mengatur keuangan keluarga, dengan melakukan pengaturan pengeluaran untuk 30 hari berikutnya. Mulai dari kewajiban-kewajiban yang sifatnya tetap: KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, premi asuransi, dan lain sebagainya. Dalam mengatur keuangan rumah tangga yang cukup sehat, maka seharusnya pengeluaran tersebut buat kewajiban-kewajiban tidak lebih dari 30% dengan total pendapatan suami ataupun istri. Barulah diatur kedalam pengeluaran rutin rumah tangga, pada bulan tertentu akan muncul pengeluaran seperti uang kursus anak, uang buat liburan famili, uang sekolah anak, dan beragam pengeluaran lainnya.

4. Sisakan Untuk Dana Cadangan
Sisa yang tersimpan menurut proyeksi pendapatan dan pengeluaran tadi masuk ke pada kategori dana cadangan. Dana ini harus engkau siapkan buat mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan mendesak, misalnya jika terjadi kecelakaan, musibah, dan keperluan sekolah anak. Dana cadangan ini umumnya sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan. Dalam menyiapkan dana cadangan sering sulit lantaran kebutuhan yang sering kali tidak terlihat seperti berapa besarnya, dalam bentuk barang apa, dan kapan akan terjadi, akibatnya dana tadi malah terpakai untuk kesenangan sesaat yang tidak ada manfaatnya. Tapi jika mampu menahan diri dan juga disiplin, kita akan merasakan manfaat baik berdasarkan hal ini.

5. Tuliskan Rencana
Cara yang terakhir dalam rancangan untuk mengatur keuangan keluarga, merupakan menyusun output berdasarkan 4 cara di atas ke pada satu planning sederhana. Rencana ini terbentuk dengan tabel yang berisi mengenai pengeluaran, pemasukan, dan saldo. Tabel ini seperti buku tabungan, dengan point berbagai pemasukan dan pengeluaran yang telah diatur dari cara pertama dan ketiga dituangkan ke dalam tabel tersebut.

Manfaat Mengatur Keuangan Keluarga

Langkah-langkah pada atas dilakukan secara siklikal pada tempo sebulan. Tetapi pola yg sama tidak mesti untuk bulanan saja. Bisa juga untuk mereka yang mendapat gaji secara mingguan. Bisa juga buat proyeksi & perencanaan keuangan dalam jangka setahun. Bisa dikatakan, pola bulanan seperti yg tertuang sedikit demi sedikit pada atas merupakan pendetilan daripada perencanaan keuangan rumah tangga tahunan.

Dengan proyeksi sekaligus perencanaan keuangan misalnya di atas, maka suami-istri akan siap buat mendapat uang kontan pendapatan keluarga. Dan tentunya keempat tahap di atas tidak akan berguna bila dilakukan secara nir konsisten. Tanpa pencerahan penuh, akan terdapat pengeluaran-pengeluaran yg mendadak dan pembelian yang spontan.

Baca Juga Tentang Wisata : https://www.tempatpopuler.com


EmoticonEmoticon